Sekumpul Jadi Merek Dagang
Yang lain ngebor sumur hingga 180 meter, Sekumpul hanya 20 meter
Sejak dimulainya, tahun 1990-an, Majelis Ta’lim Ar Raudah Sekumpul,
Martapura dan figur Kharismatik, Al A’llamah KH.M Zaini Abdul Ghani atau akrab
di sapa Guru Sekumpul – ada juga yang menyapanya Guru Ijai dan Abah Guru-,
menjadi magnet kuat bagi ribuan jemaah yang datang menghadiri pengajian.
Popularitas Sekumpul
pun terdongkrak oleh kemasyuran dan kharisma Guru Sekumpul. Bahkan popularitas
Sekumpul dan kharisma Guru Sekumpul tak pernah luntur meski Sang Guru tak lagi
berada di tengah jemaah dan murid-muridnya sejak Guru Sekumpul berpulang pada
2005. Terbukti pada setiap acara haul Guru Sekumpul yang diadakan setiap
tahunnya selalu dihadiri ribuan jemaah.
Saking populernya,
Sekumpul potensial menjadi merek dagang. Salah satu produk pengguna label ‘Sekumpul’
yang hingga kini ada adalah air minum dalam kemasan produksi PT MandraPurna
Aditama Banjar.
“Tahun 1996, Ispan
Fajar Satrio menjalin kerjasama dengan Almarhum Guru Sekumpul mendirikan
perusahaan air minum dalam kemasan. Semua perijinan kala itu atas nama Abah
Guru. yang menamainya juga Abah Guru langsung,” kata H Alfani, Direktur PT
Mandrapurna Aditama Banjar, sehari jelang pelaksanaan Haul ke-11 Guru Sekumpul,
Ahad lalu.
Enam tahun beroperasi, roda
perusahaan berputar lamban. Karena itulah, kata H Alfian, pada 2002, managemen
perusahaan dialihkan dari yang semula masih atas nama Guru Sekumpul ke H
Ismail.
“Semuanya atas ijin
Guru Sekumpul. Dalam managemen perusahaan H Ismail Mursade, ayah saya menjabat
sebagai komisaris. Saya sendiri sebagai direkturnya,” kata H Alfani.
Sejak peralihan
managemen itulah, kata H Alfian, air minum Sekumpul yang semula hanya
memproduksi kemasan galon dan botol, juga memproduksi dalam kemasan gelas dan
tak lagi memproduksi kemasan galon. “Dan Alhamdulillah bertahan dan mampu
bersaing dengan competitor sampai sekarang,” ujar dengan logat Maduranya.
Kendati menggunakan
nama besar Sekumpul, namun menurutnya, bukan berarti perusahaan dapat meraup
untung sebesar-besarnya. Terlebih lagi saat ini, perusahaan serupa banyak
bermunculan. Pun, di tengah persaingan perusahaan-perusahaan berskala nasional.
Seperti yang diwanti
Guru Sekumpul saat masih ada, kata H Alfian, agar perusahaan tak mengejar
untung semata. Keberadaan perusahaan harus juga menjadi medium ibadah dan beramal untuk sesama.
Karena itulah, lanjut H
Alfian, Air Minun Sekumpul tak pernah absen menyetok secara cuma-cuma saban
kali ada peringatan haul ulama di Kabupaten Banjar. “Pada Haul ke-11 Guru
Sekumpul, kami siapkan 12.000 dus,” katanya.
Tak pada peringatan
haul, target beramal dengan menyiapkan berkardus-kardus air minum dalam kemasan
gelas juga dilakukan perusahaan di bulan Ramadhan. Menurut H Alfian, untuk buka
bersama di Mushalla Ar Raudah saja, rata-rata 50 kardus air minum yang
disiapkan.
“Salah satu wasiat
Almarhum Abah Guru semasa hidup adalah jangan bahil atau pelit untuk sesama,”
kata H Alfian mengulang satu dari 11 wasiat Guru Sekumpul.
Begitu pula dengan
strategi pemasaran, H Alfian mengaku tak memiliki cara khusus menggaet
pelanggan. Yang pasti dijalankan managemen perusahaan adalah menjadi penyedia
air minum gratis di banyak kegiatan keagamaan.
“Pesan Abah Guru, juga
tak perlu mengejar laba sebesar-besarnya. Termasuk menjadi sponsor berbagai
kegiatan. Cukup jadi sponsor utama di perigatan-peringatan haul ulama. Trik
khususnya ya paling berkat doa haulan dapat berjalan denga baik. Itu saja,”
kata H Alfian.
Tanpa trik khusus,
namun tetap eksis hingga sekarang, menurutnya, salah satu berkah atas kharomah
yang ditinggalkan Abah Guru Sekumpul. Karomah lain Guru Sekumpul di internal
perusahaan adalah sumber mata air yang hanya sedalam 20 meter.
“Sama-sama berlokasi di
Jalan PM Noor, Karang Intan, perusahaan lain mengebor hingga kedalaman 180
meter. Punya kami hanya 200 meter. Dan titik pengeboran itu Almarhum Abah Guru
langsung nunjuk,” kata H Alfian.
Sama seperti pelaku
bisnis air minum dalam kemasan, diakuinya, penjualan Air Minum Sekumpul
fluktuatif bergantung musim. Tinggi di musim kemarau turun di musim penghujan.
Peningkatan penjualan air juga lazim terjadi di bulan-bulan baik menggelar
perkawinan.
Mohon maaf, apakah berita ini bisa dpertanggung jawabkan... soalnya saya saya sangat senang dengan tulisan ini, namun disisi lain saya minta kepastian dari penulis agar berita ini bisa saya sebar luaskan tanpa ragu
BalasHapus