Jumat, 15 April 2016

Sekumpul Jadi Merek Dagang

Sekumpul Jadi Merek Dagang

Yang lain ngebor sumur hingga 180 meter, Sekumpul hanya 20 meter

Sejak dimulainya, tahun 1990-an, Majelis Ta’lim Ar Raudah Sekumpul, Martapura dan figur Kharismatik, Al A’llamah KH.M Zaini Abdul Ghani atau akrab di sapa Guru Sekumpul – ada juga yang menyapanya Guru Ijai dan Abah Guru-, menjadi magnet kuat bagi ribuan jemaah yang datang menghadiri pengajian.
Popularitas Sekumpul pun terdongkrak oleh kemasyuran dan kharisma Guru Sekumpul. Bahkan popularitas Sekumpul dan kharisma Guru Sekumpul tak pernah luntur meski Sang Guru tak lagi berada di tengah jemaah dan murid-muridnya sejak Guru Sekumpul berpulang pada 2005. Terbukti pada setiap acara haul Guru Sekumpul yang diadakan setiap tahunnya selalu dihadiri ribuan jemaah.
Saking populernya, Sekumpul potensial menjadi merek dagang. Salah satu produk pengguna label ‘Sekumpul’ yang hingga kini ada adalah air minum dalam kemasan produksi PT MandraPurna Aditama Banjar.
“Tahun 1996, Ispan Fajar Satrio menjalin kerjasama dengan Almarhum Guru Sekumpul mendirikan perusahaan air minum dalam kemasan. Semua perijinan kala itu atas nama Abah Guru. yang menamainya juga Abah Guru langsung,” kata H Alfani, Direktur PT Mandrapurna Aditama Banjar, sehari jelang pelaksanaan Haul ke-11 Guru Sekumpul, Ahad lalu.
Enam tahun beroperasi, roda perusahaan berputar lamban. Karena itulah, kata H Alfian, pada 2002, managemen perusahaan dialihkan dari yang semula masih atas nama Guru Sekumpul ke H Ismail.
“Semuanya atas ijin Guru Sekumpul. Dalam managemen perusahaan H Ismail Mursade, ayah saya menjabat sebagai komisaris. Saya sendiri sebagai direkturnya,” kata H Alfani.
Sejak peralihan managemen itulah, kata H Alfian, air minum Sekumpul yang semula hanya memproduksi kemasan galon dan botol, juga memproduksi dalam kemasan gelas dan tak lagi memproduksi kemasan galon. “Dan Alhamdulillah bertahan dan mampu bersaing dengan competitor sampai sekarang,” ujar dengan logat Maduranya.
Kendati menggunakan nama besar Sekumpul, namun menurutnya, bukan berarti perusahaan dapat meraup untung sebesar-besarnya. Terlebih lagi saat ini, perusahaan serupa banyak bermunculan. Pun, di tengah persaingan perusahaan-perusahaan berskala nasional.
Seperti yang diwanti Guru Sekumpul saat masih ada, kata H Alfian, agar perusahaan tak mengejar untung semata. Keberadaan perusahaan harus juga menjadi  medium ibadah dan beramal untuk sesama.
Karena itulah, lanjut H Alfian, Air Minun Sekumpul tak pernah absen menyetok secara cuma-cuma saban kali ada peringatan haul ulama di Kabupaten Banjar. “Pada Haul ke-11 Guru Sekumpul, kami siapkan 12.000 dus,” katanya.
Tak pada peringatan haul, target beramal dengan menyiapkan berkardus-kardus air minum dalam kemasan gelas juga dilakukan perusahaan di bulan Ramadhan. Menurut H Alfian, untuk buka bersama di Mushalla Ar Raudah saja, rata-rata 50 kardus air minum yang disiapkan.
“Salah satu wasiat Almarhum Abah Guru semasa hidup adalah jangan bahil atau pelit untuk sesama,” kata H Alfian mengulang satu dari 11 wasiat Guru Sekumpul.
Begitu pula dengan strategi pemasaran, H Alfian mengaku tak memiliki cara khusus menggaet pelanggan. Yang pasti dijalankan managemen perusahaan adalah menjadi penyedia air minum gratis di banyak kegiatan keagamaan.
“Pesan Abah Guru, juga tak perlu mengejar laba sebesar-besarnya. Termasuk menjadi sponsor berbagai kegiatan. Cukup jadi sponsor utama di perigatan-peringatan haul ulama. Trik khususnya ya paling berkat doa haulan dapat berjalan denga baik. Itu saja,” kata H Alfian.
Tanpa trik khusus, namun tetap eksis hingga sekarang, menurutnya, salah satu berkah atas kharomah yang ditinggalkan Abah Guru Sekumpul. Karomah lain Guru Sekumpul di internal perusahaan adalah sumber mata air yang hanya sedalam 20 meter.
“Sama-sama berlokasi di Jalan PM Noor, Karang Intan, perusahaan lain mengebor hingga kedalaman 180 meter. Punya kami hanya 200 meter. Dan titik pengeboran itu Almarhum Abah Guru langsung nunjuk,” kata H Alfian.

Sama seperti pelaku bisnis air minum dalam kemasan, diakuinya, penjualan Air Minum Sekumpul fluktuatif bergantung musim. Tinggi di musim kemarau turun di musim penghujan. Peningkatan penjualan air juga lazim terjadi di bulan-bulan baik menggelar perkawinan. 

1 komentar:

  1. Mohon maaf, apakah berita ini bisa dpertanggung jawabkan... soalnya saya saya sangat senang dengan tulisan ini, namun disisi lain saya minta kepastian dari penulis agar berita ini bisa saya sebar luaskan tanpa ragu

    BalasHapus